Nugroho Technology

Menggali Makna Dalam Setiap Kata

Puncak Abadi Para Dewa [Resensi Film 5 cm]

with 8 comments

cover-5cmGantunglah Mimpi di depan Keningmu. Kalau sudah begitu, mereka percaya bahwa semestinya: kaki untuk berjalan lebih jauh, tangan untuk berbuat lebih banyak, mata yang menatap lebih lama, leher yang lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang bekerja lebih keras, serta mulut yang selalu berdoa.

“17 Agustus di puncak tertinggi Jawa, 5 sahabat 2 cinta, sebuah mimpi mengubah segalanya”.

Mereka adalah Genta (Fedi Nuril), Zafran (Herjunot Ali), Arial (Denny Sumargo), Ian (Igor Saykoji) dan Riani (Raline Shah), lima orang sahabat yang sudah menjalin persahabatan dengan berbagai hal-hal uniknya. Genta seorang project leader sebuah perusahaan EO yang brilian, Genta selalu berhasil menelorkan ide-ide yang tidak mungkinnya menjadi kenyataan. Zafran seorang sastrawan pengagum W.S Rendra dan seorang desain grafis, ditanggannya syair-syair indah selalu muncul namun selalu di acuhkan dan jadi bahan olok-olok teman-temannya. Arial si badan atletis yang selalu rajin fitnes, penyuka kecap namun paling anti dan tiba-tiba menjadi grogi jika diajak kenalan dengan lawan jenis. Ian si badan tambun yang paling suka makan mie instan dan nonton blue film diantara sahabat yang lainnya hanya Ian lah yang masih belum lulus kuliah. Dan terakhir Riani, cewe paling cantik diantara ke empat cowo-cowo, seorang project leader sebuah perusahaan EO paling hobi makan kuah mie jika Ian makan mie instan.

Kebiasaan selalu ngumpul bareng, nonton bareng, nongkrong bareng tak pernah terlewatkan oleh kelima sahabat ini, mereka adalah lima serangkai tak terpisahkan. Menjalin persahabatan selama lebih dari 10 tahun, mereka tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa alpa untuk bertemu. Sebuah keakraban dan persahabatan yang sangat manis. Tapi, meski sudah melebur dalam satu ikatan emosional persahabatan, kelima karakter tersebut tetap memiliki perwatakan dan jalan hidup sendiri. Dan kelima sekawan tersebut tetap memendam kegelisahan masing-masing.

Setidaknya hal itu dirasakan oleh Genta dan kawan-kawannya, Genta akhirnya mengusulkan agar setidaknya selama 3 bulan, mereka tidak usah bertemu satu sama lain. Genta merasa perlu untuk memberikan ruang pribadi kepada masing-masing mereka agar lebih memaknai arti persahabatan dan kehidupan. Genta menyarankan agar dalam perpisahan selama 3 bulan tersebut, mereka tidak menjalin komunikasi dalam bentuk apapun. Entah itu telepon, layanan pesan singkat ataupun segala jenis komunikasi lainnya.

Akhirnya ke lima sahabat ini menjalani aktivitasnya masing-masing, Genta dan Riani dengan kesibukannya di EO, Zafran dengan kesibukannya mengejar cintanya Dinda, adik semata wayang Arial. Arial tetap lanjut dengan kesibukannya di tempat fitnes dan Ian sibuk menyelesaikan studinya yang tertunda. Mereka larut dengan kesibukannya masing-masing, walaupun mereka saling kangen satu sama lain.

Di akhir 3 bulan masa “hibernasi” tersebut, Genta menjanjikan suatu kejutan yang akan membuat makna persahabatan mereka melangkah menuju sebuah jenjang pemahaman baru. Genta lalu mengajak para sahabatnya mendaki gunung tertinggi di pulau Jawa, Gunung Semeru. Dalam upaya menginjakan kaki di Gunung Semeru, kelima sahabat ini kedatangan seorang anggota baru, yaitu Dinda (Pevita Pearce) adik semata wayang Arial.

Lalu dimulailah perjalanan keenam sahabat tersebut dalam memulai babakan baru dalam kehidupan mereka. Dengan mantra 5 cm nya Zafran, “Gantunglah Mimpi di depan Keningmu. Kalau sudah begitu, mereka percaya bahwa semestinya: kaki untuk berjalan lebih jauh, tangan untuk berbuat lebih banyak, mata yang menatap lebih lama, leher yang lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang bekerja lebih keras, serta mulut yang selalu berdoa. Akhirnya berhasil berada di tahah tertingggi di pulau jawa, Puncak Mahameru, puncak abadi para dewa, yang membuka mata dan hati mereka akan arti kehidupan mereka yang sebenarnya dan bertambahnya kecintaan terhadap negeri Indonesia…

Advertisements

Written by Priyatno Nugroho

09/01/2013 at 10:01

Posted in Coretan

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. bagus banget yaa….
    hukuman yang sangat bermanfaat.

    f@-f@

    09/01/2013 at 16:03

  2. oke, bisa membuat saya pen
    asaran dengan novelnya.

    laillombok

    10/01/2013 at 11:47

  3. katanya bagusan bukunya ya?klo denger cerita tmn yg udh baca buku’a..pesan yg disampaikan novel lebih banyak ketimbang di film..iye sih…di film mah lebih disorotin persahabatannya doang bukan “nilai”‘a..tapi untuk cinematografi oke banget lah…dan untuk Allah…terima kasih udh bikin Indonesia sebegitu indahnya 😀

    warungnasietong

    11/01/2013 at 15:40

    • Btul tong, novelnya lebih greget lg, perjuangan Ian sampe bisa lulus menjelang pendakian, hal2 lucu lainnya juga, plus pesan2 nya lmyan banyak jg. recomended deh buat d baca, walaupun pas d awalnya agak ngebosenin hehehe.
      Filmnya jg juara lah, Indahnyooo ranu kumbolo, 1 taun lg menuju k sana deh, mau ikut gabung?? Insyaallah jk ad rezeki April 2014 😀

      Priyatno Nugroho

      13/01/2013 at 09:42


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: